Kedua kata ini sering kita jumpai di televisi, media cetak, atau dalam ruang diskusi. Dua kata yang sebenarnya tidak lagi asing di telinga, tapi tetap saja rawan kesalahan dalam penggunaannya, termasuk oleh saya.

Apa sih oportunis? beda ya dengan Pragmatis?

Nah.. karena saya sendiri belum begitu mudeng, dan takut salah atas pengertian yang selama ini saya yakini. Akhirnya saya putuskan sowan ke mbah (mbah Guugle), untuk kita analisa dan jadikan "kaca" baru bagi diri kita. (Selain kaca di tas kamu yang berisi bedak, tentunya. he2)


OPORTUNIS

Oportunis (beda dengan opor ayam) diambil dari kata bahasa inggris "opportunity" yang berarti peluang. Sedangkan "is" seperti yang kita ketahui merujuk pada pelaku (orangnya). Dilihat dari kacamata ini, sepertinya tidak ada yang salah, hanya berarti "orang yang mengambil peluang". 
Tapi tunggu dulu.....
________________________________________
Berdasar  Oxford English Dictionary atau EOD (bukan OCD lho ya! itu mah resep diet), dikatakan bahwa:

Opportunist: "a person who exploits circumstances to gain immediate advantage rather than being guided by consistent principles or plans"
(orang yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan langsung, tanpa berpegang pada prinsip-prinsip atau rencana yang konsisten)

dan,

Opportunism: "the practice of looking for and using opportunities to gain an advantages for oneself, without considering if this is fair or right"
(faham/ajaran yang mencari dan menggunakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan bagi diri sendiri, tanpa mempertimbangkan apakah ini adil atau benar)

Masih merujuk kamus, kali ini pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Online:

Opor·tu·nis·me: "paham yang semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari kesempatan yang ada tanpa berpegang pada prinsip tertentu".
________________________________________

Nah,
dari 3 pengertian diatas, setidaknya kita sudah punya sedikit gambaran. Kalau acuannya "kamus", maka ada 5 kata kunci yang rasanya tepat untuk mengambarkan si oportunis, yaitu:

peluang, keuntungan pribadi, situasional, persetan prinsip, dan persetan apapun alasannya. (kata2 kasar mohon di block pakai pulpen)

Oportunis cenderung pintar mengambil peluang, tak peduli sekecil apapun akan tetap diambil asal itu menguntungkan. Sayangnya, "untung" disini adalah untuk diri sendiri, bukan yang lain. 

Lho? apa salahnya?

Tidak ada yang salah emang.. Tapi kalo yang memiliki sifat ini seorang pemimpin atau pejabat publik?? Bayangkan, kita punya pemimpin/ wakil yang dipilih oleh rakyat, digaji gede, kerjanya duduk, rapat (bahkan sambil tidur). Tapi ternyata disana hanya mementingkan dirinya sendiri & bekerja untuk keuntungan pribadi. (Baca: Korupsi). Masih wajar? 


"Oportunis menjadi tidak wajar ketika dimiliki oleh pejabat yang menaungi nasib banyak orang."

Dalam pergaulan pun kita dapat menemukan ciri2 orang yang oportunis. Mereka cenderung berbaur dengan orang2 yang dianggap menguntungkan, sementara teman2 lama, dan teman2 yang ada "dibawahnya", akan terlupakan.

Bisa dibilang, oportunis tidak layak dijadikan sahabat, karena dia hanya akan bersahabat dengan segala hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Egois, adalah ciri khasnya.

Jika seorang oportunis dimasukkan dalam 1 kelompok, kemudian tidak sreg, maka ketika 1 kelompok bekerja untuk kepentingan bersama, dia akan bekerja untuk dirinya sendiri, dan berusaha mengambil keuntungan dari anggota kelompok lainnya. Orang yang oportunis memutuskan sesuatu secara situasional, apapun alasannya. (Beda dengan orang yang memegang erat prinsip/ peraturan).


Jadi, salahkah bersifat Oportunis?

Saya pribadi lebih suka jawaban relative, tergantung dari pelaku dan orang2 disekitarnya, apakah merasa dirugikan atau tidak. Dari segi bisnis dan pribadi mungkin sah2 saja, tapi dari segi politik & kepentingan umum, lain lagi.

Lagipula kalo kita waras, pasti kita ingin perbuatan kita itu baik untuk semua orang, bukan semata untuk keuntungan pribadi. Tapi kalo boleh jujur, siapa sih yang tidak pernah jadi oportunis? toh sejatinya sifat ini selalu ada dalam diri manusia.


"Sudah menjadi sifat manusia yang ingin berkembang dengan melihat sekitar dan mengikuti pimpinan. Bukankah ada pepatah, dimana bumi dipijak sisana langit dijunjung?"


Nah, saya masih bingung beda antara Oportunis dan Pragmatis. Saya pun (lagi2) sowan ke si mbah, dan ini hasilnya:

PRAGMATIS


Pragmatis berdasarkan Oxford English Dictionary atau EOD (sekali lagi bukan OCD!)
dikatakan bahwa:

Pragmatism: "Pragmatism is thinking about or treating  things in a practical way rather than according to general theories"
(memikirkan sesuatu atau memperlakukan  sesuatu dalam  tataran praktik daripada berdasarkan teori)



Sedang pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Online:

Prag-ma-tis: bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan); mengenai atau bersangkutan dengan nilai2 praktis.

dan,

Prag-ma-tis-me: kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan, dsb), bergantung pd penerapannya bagi kepentingan manusia; paham yg menyatakan bahwa segala sesuatu tidak tetap, melainkan tumbuh dan berubah terus; pandangan yg memberi penjelasan yg berguna tt suatu permasalahan dng melihat sebab akibat berdasarkan kenyataan untuk tujuan praktis.
_______________________________________

Intinya...



"Pragmatis adalah bersifat praktis dan berguna bagi umum/kelompok; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan)."

dan

"Pragmatisme adalah kepercayaan bahwa kebenaran suatu nilai (ajaran, paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan), itu bergantung pada penerapannya bagi kepentingan manusia."

Maka (masih menurut saya) Pragmatis berbeda dengan Oportunis!

Atau bisa dikatakan, Gejala me-negatif-kan pragmatis sesungguhnya terletak pada kesalahan pemaknaan. Pragmatisme pada dasarnya faham yang lebih mementingkan hasil, bukan teori . Tujuannya adalah demi kepentingan/kebutuhan saat itu juga, namun bukan untuk kepentingan pribadi.

So, termasuk yang mana kita?

:)
________________________________________

Sumber:

http://www.oxforddictionaries.com/
http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/ (keyword:oportunisme, pragmatism)
________________________________________
Catatan:  


Tulisan ini bersifat pribadi, belum mendapat sertifikat halal, dan menggunakan analisa ala kadarnya. Jadi setiap bentuk "keracunan" & "kegalauan" pasca membaca diluar tanggung jawab penulis. :D

0 komentar:

Posting Komentar

 
isBAYU.com | Ceritanya Begini © 2015. Jombang | INDONESIA. Salam, dariku: Bayu Sulistyo Pratomo
Top