Sekali lagi, ramadhan terlewati. Entah apakah kita sukses mengisinya dengan ibadah yang berlipat pahala, atau justru mengisinya dengan kegiatan tanpa makna.
.
Setiap tahun setelah Ramadhan, kalimat takbir terdengar di tiap surau dan masjid. Apa sih maknanya? Dan kenapa setiap memasuki hari yang disebut “Idul Fitri” oleh umat Islam ini, mereka selalu merayakannya sebagai “Hari Kemenangan”..?


Mungkin pertanyaan ini ada dibenak orang-orang awam. Baik muslim maupun nonmuslim. Terutama di bulan Ramadhan, dimana hampir semua televisi berebut rating untuk menayangkan acara tertema islami, dan banyak iklan yang menyisipkan slogan “Hari Kemenangan” di iklan mereka.

Kemenangan untuk siapa? Dan dari apa?

Setelah Googling ke kanan kiri (karena saya sendiri juga orang awam) akhirnya saya sedikit menemukan pencerahan. Dan karena ini hanya tulisan pribadi, semoga kalo ada yang keliru bisa maklum, syukur klo ada yang bantu benahi lewat kolom komentar.. :D

IDUL FITRI: Hari Kemenangan, tapi juga Hari Kesedihan.

Dari yang saya dapat, Idul Fitri secara harfiah berarti “kembali ke fitroh”, kembali ke kesucian, ke asal kejadian (terlahir kembali), atau bisa dibilang kembali ke jalan agama yang benar.

Dikatakan demikian karena sebelumnya umat muslim telah sukses mengisi bulan penuh ampunan dan limpahan berkah. Sukses menahan hawa nafsu dan menuntaskan kewajiban agama selama sebulan di bulan Ramadhan. Sehingga manusia seolah kembali terlahir di dunia dalam keadaan yang “suci” setelahnya. 
.
Kesuksesan dalam mengisi dan melewati Bulan Ramadhan inilah yang kemudian dirayakan dalam “Hari Kemenangan” pada 1 Syawal. Ya.. “Hari Kemenangan"...

Selain itu, istilah “Hari Kemenangan” ternyata juga terkait dengan budaya lisan umat muslim dalam menyambut berakhirnya bulan Ramadhan. Khususnya di Asia Tenggara 
(lihat wikipedia KLIK!). 

Dimana umat muslim Asia Tenggara umumnya mengucapkan doa Minal ‘Aidin wal Faizin yang berarti= "semoga kita termasuk orang-orang yang kembali memperoleh kemenangan". (kata al-faizin diambil dari kata fawz, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an, yang berarti ‘keburuntungan’ atau ‘kemenangan’.)

Tapi ternyata bagi sebagian kalangan, Idul Fitri justru bisa lebih dimaknai sebagai  Hari Kesedihan, kok bisa?

Sebenarnya bisa dilihat dari makna kata Minal ‘Aidin wal Faizin sendiri, yang bermakna "semoga kita termasuk orang-orang yang KEMBALI memperoleh kemenangan". 

Kata KEMBALI menandakan kerinduan menjumpai Bulan Ramadhan berikutnya, bulan dimana umat islam memperoleh “Kemenangan” dengan ampunan dosa-dosa dan limpahan pahala. Kemenangan karena Setan dibelenggu, pintu neraka  ditutup, dan pintu surga dibuka dengan lebar.

Intinya, sebagian kalangan justru memaknai "1 Ramadhan" lah Hari Kemenangan Umat Islam, karena memasuki bulan istimewa. Bukan "1 Syawal", karena justru setelah hari inilah Setan lepas dari belenggu, pintu neraka kembali dibuka,  dan pahala kembali dihitung layaknya hari-hari biasa. 
Malah bisa jadi ini adalah hari kebahagiaan para setan yang kembai terbebas. :D

Itulah mengapa Rasulullah dan para sahabat sangat senang ketika  bulan Ramadhan hendak datang. Dan justru menangis di hari-hari terakhir Ramadhan. Bukan menangis haru, tapi menangis karena sedih Ramadhan akan pergi dan belum pasti mereka akan berjumpa lagi dengan bulan penuh ampunan itu.

Penutup

Mungkin terlalu dini untuk menilai sikap seperti apa yang paling tepat. Dan belajar dari hasil Googling aja tidak akan cukup, bahkan masih sangat kurang.  Setidaknya menambah wawasan dan menjaga otak kita untuk tetap bekerja. hehe :D

Saya sendiri memang muslim, tapi muslim yang “miskin” ilmu agama.
Menjalankan yang wajib saja masih berat, sholat lima waktu (yang hanya menyisihkan 10 menit per sholat) pun masih bolong.
.
Saya menulis ini hanya karna ingin menemukan kembali jalan “keislaman” saya. Menemukan jalan pertobatan. Menjadi Islam yang sebenar-benarnya Islam.  Dan ingin sekali saya mulai dari Ramadhan tahun ini..

Yang jelasss, kita semua tentu berdoa agar dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun yang akan datang.....AMIN.....

0 komentar:

Poskan Komentar

 
isBAYU.com | Ceritanya Begini © 2015. Jombang | INDONESIA. Salam, dariku: Bayu Sulistyo Pratomo
Top